Minggu, 16 Maret 2014

Wisata religi di kota seribu kuil Chiang Mai

Kata-kata wisata religi ini terucap pertama kali oleh temen saya Akhyar ketika kita sedang temple hopping di Penang. Dan ketika tau saya ngotot minta di temani ke Chiang Mai doi melontarkan hal yang sama, belum puas lo wisata religi?saya cuma cekikikan ditanya begitu. Sebenernya yang saya suka dari wisata religi ke kuil ini adalah suasana nya. Mereka ikhlas-ikhlas saja tempat ibadahnya dikunjungi.Dan wisatawannya juga sangat tau diri untuk tidak mengganggu yang sedang beribadah. Bandingkan dengan perayaan Waisak di Borobudur beberapa bulan lalu yang hilang arah gegara para DSLRer yang jeprat jepret dari jarak gak manusiawi pakai pakaian minim pula. Di sini orang boleh masuk ke kuil jika sedang tidak ada upacara penting dan wajib memakai pakaian yang sopan. Ada petugas yang mengawasi pakaian kita sebelum masuk kuil, jika dirasa kurang pantas,mereka dengan senang hati meminjamkan coat ke wisatawan tersebut.
Chiang Mai yang di juluki 'Rose of the North' merupakan kota kecil di bagian utara Thailand yang terkenal dengan keindahan kuil-kuilnya. Kuil-kuil indah ini terletak 1 komplek di tengah kota yang dinamakan Old City. Old city ini dikelilingi pagar batu bata tinggi, yang hanya tersisa reruntuhannya saat ini. Kuil-kuil di Chiang Mai merupakan peninggalan dari kerajaan Lanna yang pernah berkuasa di sini. Kalau saya bilang type kuil di Chiang Mai, Bangkok dan Ayuthaya berbeda. Di Chiang Mai kuil di dominasi warna emas, Ayuthaya masih eksis dengan terracota, dan Bangkok perpaduan dari keduanya.Saking banyaknya kuil yang ada di kota ini (at least tiap gang punya 1 kuil) kota ini sering dijuluki kota seribu kuil.
Saya melakukan city tour keliling kuil-kuil ini menggunakan sepeda motor, yang dapat di sewa di hostel-hostel seharga 200 THB per hari. Hari ke 2 di Chiang Mai saya habiskan dengan wisata religi keluar masuk kuil. Dengan berbekal peta dan penjelasan singkat dari Jeab si empunya diva guesthouse tempat saya menginap ,dengan PDnya saya melalang buana pake motor. Agenda pertama adalah jemput temen saya Nozomi di hostelnya di daerah Naehim. Dengan jarak yang Cuma selemparan batu antara hostel saya dan hostelny Nozomi saja, saja sudah nyasar dengan muterin Old City. Kemampuan saya membaca peta memang mengenaskan. Setelah 1.5 kali putaran akhirnya saya menemukan hostel nya Nozomi .Selanjutnya kita bergerak naik ke Doi Suthep Temple yang terletak di atas bukit. 
Perjalanan ke Doi Suthep ini bener-bener naik-naik ke atas bukit, disertai kelokan kelokan tajam plus suhu yang lagi-lagi gak manusiawi buat manusia tropis. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk ke kuil ini sekitar 30 menit dari pusat kota Chiang Mai dengan catatan anda jago baca peta.Di tengah jalan kita berhenti saking gak kuat nya dengan suhu dingin sambil melihat panorama kota Chiang Mai dari atas bukit. Panorama nya cantik,tapi sayang cuaca sedang berkabut dan kita benar-benar tidak kuat dengan terpaan angin dingin di atas bukit. 
Chiang Mai from above
Kita sampai di Doi Suthep temple sekitar jam 10 pagi,kondisinya sangat ramai dipenuhi oleh turis lokal dan non lokal. Tiket masuk ke kuil 50THB plus 30THB untuk naik lift ke atas bukit,dimana kuil utama bertengger. Setelah sampai di puncak bukit kita mlongo kuilnya benar-benar megah berwarna emas dan besar. Kuil ini merupakan kuil budhis dan cara mereka beribadah ialah dengan 'tawaf' mengelilingi stupa utama.
Golden Stupa of Doi Suthep Temple
So apa aja sih yang dapat kamu nikmatin ketika lagi di Doi Suthep temple ini? Pertama tentu saja liat kuil utama nya yang gonjreng abis.Kedua kamu bisa nangkring di panorama view di pojokan kuil,untuk melihat panorama kota Chiang mai dari atas bukit. Ketiga kalau kamu hobi fitnes kamu bisa loh meng skip fee naik eskalator buat ke kuil dan nyoba menyusuri dragon stair yang gosipnya memiliki 1000 anak tangga. Keempat cobain jajanan yang di jual di emperan kuil,lumayan buat mengusir udara dingin murah pula. Dengan estimasi waktu 1,5 jam berada di kawasan ini kamu bisa kok mencoba semua aktifitas tersebut di atas.
dragon stair of Doi Suthep temple

Jajanan Surabi seharga 20THB
Setelah puas jalan jalan di Doi Suthep kita balik ke arah kota dengan tujuan temple hopping di kuil-kuil yang terletak di Old City. Kuil pertama yang kita tuju adalah sebuah kuil putih (yang saya gak tau namanya) yang terletak di depan Chiang Mai University. Kuil ini sangat sepi, hanya ada 3 wisatawan yang sedang berkeliling ke kuil ini ketika itu. Aktifitas menarik yang dapat dilakukan di sini ialah "melamun" yess day dreaming di kuil sedamai ini merupakan pilihan yang tepat. Hal kedua yang dapat dilakukan adalah makan Khao Soi di warung depan kuil yang ternyata enak nya minta ampun. Khao Soi ini merupakan sebuah makanan mie rebus yang di kasih kuah kari plus ayam dengan sensasi rasa pedas yang menggugah selera. Pasangan tepat buat si Khao Soi ini adalah Thai Tea green, bayangin kedua kombo ini aja udah bikin saya ngiler pengen makan lagi.hehehehe.
Kuil putih (have no clue about its name)
Khao Soi
Puas makan makan dan leyeh-leyeh di kuil putih,kita melanjutkan perjalanan temple hopping kita. Tujuan berikutnya adalah Wat Chedi Luang yang ternyata letaknya tidak jauh dari hostel saya menginap. Seperti layaknya kuil-kuil budhis di Thailand, warna gold emang lagi nge hits banget, sampai semua ornamen kuil pasti ada nuansa gold nya. Things to do here just screw around liat-liat kuil, photo-photo dan mengamati orang yang lagi beribadah di sini. By the way para wisatawan bule itu bener-bener melakukan wisata religi beneran loh, mereka ampe melakukan sesi curhat plus minta wejangan segala ke biksu di kuil. Dan kuil-kuil di sini kalau mau renovasi minta sumbangannya gak nge ganggu macam kalo di pantura bangun masjid, yang bikin macet gegara minta sumbangan di pinggir jalan gitu. Mereka cukup memberi boks donasi ajah dan renovasi nya selalu lancar.
Tampak depan Wat Chedi Luang
Suasana di dalam kuil
Kuil di belakang
Puas jalan-jalan di kuil Chedi Luang ini kita beralih ke Wat Phra Singh. Kuil ini di lingkari besar-besar di petanya Nozomi karena kata temannya must visit temple banget di Chiang Mai. Kuil ini terkenal dengan arsitektur gaya North Thailand yang kental. Kalau di Wat Chedi Luang warna emas masih di kombinasi sama warna biru dll, di kuil ini warna emas menguasai seluruh ornamen kuil tanpa tambahan warna-warna lain. Things to do here sama sih jalan-jalan, poto-poto, leyeh-leyeh.
in front off wat phra singh
kuil-kuil kecil di sekitar wat phra singh
Setelah puas jalan-jalan ke kuil-kuil penting di Chiang Mai kita menuju Tha Pae Gate. Tha Pae Gate ini adalah satu-satu nya gerbang kota tua yang masih terjaga bentuknya. Pusat segala aktifitas tourim berada di sekitaran tha pae gate ini. Hal menarik yang dapat kamu nikmati di sini ialah watching people. Kenapa?kalau sore hari lapangan di sekitaran gate ini penuh manusia aneka rupa, ada yang sekedar bertemu teman, piknik ,ngasih makan burung, main musik, atau doing nothing macam saya gini.
Tha Pae Gate
Gak sengaja moto lady boy
Tujuan terakhir dari acara muter-muter seharian ini adalah "melamun di pinggir kali". Dalam perjalanan mengantarkan nozomi balik ke hostelnya saya melihat tempat strategis sebagai sarana acara melamun kali ini yaitu di reruntuhan tembok kota, di atas sungai ping. Ternyata bukan saya saja yang tertarik dengan acara melamun di pinggir kali ini, ketika saya sampai di tempat tujuan ada kira-kira 4 orang yang melakukan doing nothing sambil nulis, ah i miss that moment.
View di tempat melamun
Ada juga yang kecentilan poto-poto di sini
Peta Chiang Mai pake huruf honocoroko
Selesailah sudah acara wisata kuil komplit plus melamun di pinggir kali. Saya harus balik ke hostel buat numpang sholat,, sebenernya pengen nyoba Thai Massage tapi karena tak terburu waktu akhirnya saya cuma bisa berharap nanti di Bangkok bakalan sempet pijet ala Thailand ini.

Rabu, 12 Februari 2014

Mencari amunisi untuk mengejar mimpi ke Golden Triangle

     Mimpi itu hanya akan jadi khayalan jika kita tidak bergerak untuk menggapainya. Dan untuk menggapai mimpimu tentu saja kamu butuh sebuah amunisi. Amunisi ini tidak hanya dari segi materi, semangat dan memerangi rasa takut adalah amunisi yang benar-benar penting.Dalam tulisan ini saya ingin sedikit berbagi tentang menggapai mimpi dan mencari amunisi.
      Saya punya sebuah mimpi untuk bisa menginjakkan kaki ke semua pelosok bumi. Become the world citizen is my biggest dream. Saya tidak tau awalnya mengapa saya jatuh cinta pada aktivitas bernama travelling. Saat teman-teman saya sudah mapan dan 'menikah' dengan mobil dan rumahnya, saya malah 'buang-buang duit' buat menjelajah. Saya suka acara deg-deg an takut nyasar (saya gak bisa baca peta sampai detik ini), suka nangkring di spot-spot tertentu menikmati 'the art of doing nothing' dan hal-hal kecil lain yang membuat saya selalu bersyukur dan bertambah 'muda'. Karena bagi saya hidup itu kalo tidak diselingi sesuatu yang spontan-spontan itu bakal hambar,semakin kamu sering kenalan sama rasa hambar kamu bakal ikutan hambar dan cepet tua.Dan wanita itu seperti air susu makin tua makin basi, kalau tidak sering-sering upgrade melakukan hal-hal gila kamu bakal basi beneran. Jadi saya butuh semacam aktualisasi dari orang sekitar tentang taraf 'kemudaan' saya dengan dikatai  'Oh wajar nekat gitu,masih muda'.
      Selama ini saya selalu travelling dengan teman-teman, baik kantor,kuliah maupun mutual friend dari berbagai macam teman  di atas. Tapi setelah melakukan berbagai perjalanan dari dinas sampai mandiri, saya makin memilih katagori 'teman jalan',kenapa?karena teman jalan itu sangat mempengaruhi mutu perjalanan kita. Dari berbagai riset (ciyee) diputuskan bahwa syarat jadi teman jalan saya adalah gak rewel , mandiri ,budgetnya sama dan punya selera humor tinggi.Kenapa saya butuh orang dengan selera humor yang tinggi, bayangin aja kalo tetiba kita dapet 'apes' ato nyasar tanpa orang-orang berselera humor tinggi kita bakal tambah bete. Dan kenapa butuh orang dengan budget yang sama?biar taraf/tingkat kenyamanan yang dibayangkan sama. Jadi paham kalau mau murah itu ya harus siap dengan ketidaknyamanan ,nah kalo situ punya duit lebih silahkan upgrade sendiri, dan gak rewel minta ditemenin upgrade.
     And finally saya benar-benar mengalami galau soal teman jalan ,bukan masalah kualitas tapi masalah kuantitas. Beberapa minggu yang lalu saya berusaha keras memerangi rasa takut terbesar saya ketika travelling, yaitu sendirian. Di karenakan banyak hal saya 'dipaksa' untuk pergi melalang buana sendirian. Hal yang benar-benar baru buat saya. Saya berpikir keras nanti saya ketawa ketiwi ama siapa?Trus tidur di hostel ama orang asing smua dong?Trus nanti yang ngambilin poto aku siapa? dan banyak pertanyaan bernada negatif serupa. Sampai H-2 actually saya gak bener-bener yakin akan berangkat .Disamping karena takut sendiri, daerah yang mau saya datangi sedang demo gede-gedean, yup saya mau ke Bangkok and Northern Thailand kali ini. Akhirnya Di detik-detik terakhir saya menemukan sebuah artikel yang memompa semangat saya judulnya "Why you should try to do solo travelling" .Dalam artikel itu dia menjelaskan poin-poin penting mengapa kita butuh waktu untuk 'sendiri' ,dalam artian suka-suka gue mau kmana,jam brapa, naik apa ,gak perlu mikirin kira-kira teman seperjalanan kita suka nggak ya?bisa bangun pagi gak ya? dandannya lama gak ya? dan sebagainya. Sometimes you must have your own journey and enjoyed it.
     Sebenernya perjalanan ke Northern Thailand ini sudah saya impikan sejak lama. Sejak mb Dewi Lestari nulis sebuah novel berjudul 'AKAR. Di novel itu dia bercerita betapa imigrasi cuma basa basi terasi di golden triangle. Di novel itu dia juga menceritakan aktivitas menarik macam metik opium ataupun melamun di pinggir sungai sebagai aktifitas yang menarik di perbatasan Laos-Thailand. Dari hasil browsing akses termudah untuk ke golden triangle adalah via Chiang Mai. Dan karena Chiang Mai plus Golden Triangle bukan destinasi favorit orang Indonesia, saya sedikit kesulitan cari teman senasib. But the show must go on, tiket pesawat pp dah di tangan, hostel dah di pesan, bahkan tour local sudah di booking. Saya bakal menyesal seumur hidup kalau gak jadi berangkat gegara sendirian. Akhirnya saya putuskan untuk berangkat menikmati liburan 5D4N saya keliling Thailand.
     Sore hari sesuai jadwal keberangkatan, saya sudah nangkring di ruang tunggu bandara Juanda Surabaya untuk boarding ke Bangkok. Dan saya duduk di lokasi yang tepat, sebelah saya ada mbak-mbak yang juga sendirian. Selidik punya selidik doi adalah mahasiswi doktor dari Chula Universities Bangkok yang lagi mudik. Jadilah saya cari tau tentang kondisi Bangkok saat ini plus sim card apa yang murah digunakan di sana. Biasanya tiap keluar negeri saya cukup ikhlas jadi fakir wifi dan gak beli sim card telepon, tapi kali ini saya harus punya,karena saya berencana buat ketemuan dengan teman saya di Ayuthaya di hari ke 3 untuk jalan-jalan bareng di Bangkok. Setelah asyik chit chat dan minta nomer hp nya ,tiba saatnya boarding. Penerbangan Surabaya-Bangkok selama 4 jam saya habiskan buat ngobrol dengan para backpacker muda asal Jogja yang berencana buat mbolang selama 15 hari keliling Asia Tenggara. Dan saya pengen setengah mati punya libur panjang kayak mereka.
     Jam 8 malam saya landing dengan lancar di bandara Don Mueang Bangkok dan nunggu 2 jam untuk flight selanjutnya ke Chiang Mai. Hal pertama yang saya cari adalah makanan, mengingat saya belum makan malam. Tebakan saya ternyata meleset saya pikir bandara ini ramai macam Soehat dan dipenuhi gerai makanan,ternyata tidak pemirsa bandaranya kelewat sepi untuk ukuran internasional. Saya kualat udah ngenyek LCCT Kuala Lumpur karena parkiran pesawat plus minim fasilitas yang dimiliki, Don Mueang lebih minimalis lagi ternyata. Akhirnya saya ke minimarket beli popmie rasa tom yam yg berakhir di tempat sampah karena rasanya sungguh jauh dari ekspektasi. Sisa waktu tunggu saya habiskan dengan manyun di depan seven eleven sambil ngunyah roti , manyun karena Mc D, KFC dll adanya di dalam area ruang tunggu dan saya sudah terlanjur beli roti dan pop mie ajaib yang mahal ituh.
     Akhirnya setelah penerbangan singkat selama 1,5 jam dari Bangkok ,tengah malam saya sukses mendarat di Chiang Mai dalam kondisi lapar,sendirian dan kedinginan. Suhu di Chiang Mai mencapai 12-15 derajat Celcius kala itu. Dengan naik taksi bandara bertarif 120 THB flat ke semua area kota, saya diantar ke hostel yang sudah saya pesan di old town Chiang Mai. Saya menginap di Diva Guesthouse dengan tarif per malam untuk kamar dorm adalah 100THB, sekitar 30rb rupiah. Ketika saya sampai hostel,dia sudah tutup dan saya harus ke hostel ber 'pub' di depan gang untuk mengambil kunci kamar saya. Bayangkan jam 12 malam seorang gadis belia berjilbab masuk pub,nyari night guard nya buat ambil kunci, walhasil selusin bule yang lagi 'bergembira' ngelirik aneh ke saya. Belum selesai sampai di situ, sesampainya di kamar dorm saya kudu unpacking dalam gelap karena takut mengganggu penghuni lain kalo saya nyalain lampu. Malam itu saya sukses gak bisa tidur walaupun capeknya setengah mati,pusing kebanyakan turun naik pesawat plus laper plus galau harus bangun pagi-pagi tapi gak bisa nyalain alarm.
jalanan di dpn hostel
      Dengan kualitas tidur ayam akhirnya saya setengah melek sekitar jam setengah 6 pagi. Saya akan ikut tour golden triangle dan dijemput jam 7 pagi. Artinya saya masih punya waktu buat keluar dan cari makanan. Dan ternyata jam setengah 6 masih gelap gulita dan suhu nya gak manusiawi buat manusia tropis macam saya. Dengan sedikit gemetaran saya jalan ke arah Chiang Mai gate dan menemukan seven eleven (lagi) buat beli roti,susu, coklat dan sim card seharga 49 TBH.
      Jam 7 pagi saya dijemput oleh local tour untuk ke Golden Triangle. Saya sudah survey berbagai macam tour dan tour local yang ditawarkan oleh hostel saya lumayan murah 1300 TBH for one day tour ke Chiang Rai, Golden Triangle ,Laos dan Karen Long neck tribe.Jadi pagi itu penderitaan saya belum mau berakhir, AC di minivan itu dingin nya gak wajar dan saya pas di bawah fan AC. Tapi gegara penderitaan itu saya jadi punya temen baru, nama nya Nozomi Sakuraba of course doi dari Jepang tapi ternyata dia kerja di Ayana Resort Jimbaran Bali dia juga solo traveling keliling Thailand dalam rangka paid holiday. Dan anehnya kita langsung akrab bahkan berencana buat makan malam bareng pulang dari Golden Triangle ini. Perjalanan Chiang Mai-Chiang Rai ditempuh dalam waktu 3 jam, ditengah jalan kita berhenti di hot spring untuk menghangatkan diri sebelum lanjut ke Chiang Rai. 
With Nozomi at hot spring
Destinasi pertama kita di Chiang Rai adalah White Temple. Kuil ini dibangun seorang artisan Thailand sebagai kado persembahan untuk sang raja. Karena yang bikin seniman bisa dibayangkan dong bentuknya, indah banget ,kece plus nyentrik. Di sini dia ingin bercerita tentang konsep surga dan neraka beserta jembatan sirotol mustaqimnya. Semua bagian dari kuil ini punya sentuhan artistik, dari toilet,taman,pohon jimat sampai selasar taman semua nya cantik.
White Temple and the pool
Jembatan sirotol mustaqim
with temen nemu di jalan Nozomi
Toilet paling kece se Thailand
      Selesai asyik poto-poto di kuil kita melanjutkan perjalanan ke Golden Triangle. Jarak tempuh dari Chiang Rai  ke Golden Triangle sekitar 1 jam. Kita sampai di tepi sungai tempat bertemunya batas 3 negara yaitu Myanmar,Thailand, dan Laos atau Golden Triangle ini sekitar tengah hari. Jadi kalau saya simpulkan Golden Triangle ini adalah wisata geografi. Nothing left here,ladang opium dan ganja sudah dihabiskan(prohibitted) dan Thailand meng haramkan casino hadir dinegaranya, Casino legal adanya di Laos dan Myanmar. By the way penduduk lokal sampe menjuluki casino besar di Laos sebagai Lao Vegas saking megahnya casino di area perbatasan tersebut. Jadi acara tour di golden triangle ini cuma diajak naik slow boat jalan-jalan di sepanjang sungai mekong sampai ke batas Myanmar dan Laos. Lucu juga sih, kamu tinggal nyebrang pake getek udah pindah negara, nyebrang agak ke utara pake getek lagi udah pindah lagi. Konsep imigrasi terasi cocok diterapkan di sini, bahkan kita nyebrang dan belanja di wilayah Laos pun  tidak diminta passport. Imigrasi nya nangkring aja di pinggir sungai ,yang bakal perlu dikunjungi  kalau kamu mau nginep di Laos atau Myanmar.
Golden Budha at Golden Triangle
Welcome to Don Sai Laos
      Slow boat yang membawa kita ngider di seputaran Golden Triangle membawa kita mampir ke pulau kecil milik Laos yang bernama Don Sai. Acara kita di sini adalah belanja,dan kirim post card (khusus buat saya). Barang-barang yang dijual normal stuff sih macam souvenir dan tenun-tenun gitu. Barang ajaib yang dijual di sini adalah snake wine, didalam botol berisi wine terendam ular mati hii ngeri. Selesai naik slow boat ke Laos kita melanjutkan perjalanan ke Mae Sai untuk makan siang, dan jalan-jalan ke top north border of Thailand di Mae Sai yang berbatasan dengan Myanmar. Nah di border ini kalau kamu mau masuk ke Myanmar harus legal, dalam arti di tanyain pasport dan dimintai visa.
     Selesai melihat lihat border di Mae Sai kita menuju Karen long neck hill tribe, sembari pulang ke Chiang Mai. Jangan dibayangkan suku lokal ini berdiam diri terpencil di bukit,karena suku long neck yang tersisa sudah hidup di pedesaan yang tidak jauh dari kota Chiang Rai, dan mereka menjual aneka souvenir untuk para turis. Kepercayaan suku Karen ini ialah, wanita cantik itu yang lehernya panjang. Jadilah para wanita nya berlomba-lomba manjangin leher dengan memakai kalung besi di leher. Kalung ini mulai dipakai ketika sang wanita berusia 5 tahun, dan tiap 5 tahun dilepas untuk diganti dengan kalung yang lebih tinggi. Kasian sih sebenernya kalungnya itu bener-bener berat dan bisa merusak tatanan saraf di leher sang pemakai.
gadis kecil suku Karen
Lihatlah lehernya
Setelah selesai mengunjungi Karen long neck tribe ini kita diantar pulang ke hostel di Chiang Mai. Akan tetapi saya dan Nozomi minta di turunin di Night Bazar karena saya perlu beli oleh-oleh dan Nozomi dengan senang hati menemani. Jadi Night Bazar ini adalah pasar malam yang gedenya hampir sekecamatan. Berbagai macam souvenir,oleh-oleh dan makanan dijual di area Night Bazar ini.
Jadi malam itu kita mencari makanan halal untuk dinner plus belanja oleh-oleh.
Halal chicken pad thai


Amnusan Market
Aneka Oleh-oleh
Puas berbelanja kita pulang ke hostel masing-masing naik songtew(angkot) dengan tarif 20 THB. What a wonderful day of my life.Betapa saya bersyukur tidak jadi meng cancel liburan saya. Karena di tour ini saya ketemu temen baru dan yang paling penting saya menang melawan rasa takut saya untuk terus berjalan.
(to be continued)

Rabu, 29 Januari 2014

Doing mainstream activity is not a criminal guys

Why i choose that title for this post. Because i want to share to some people who called them self an alien (me?no i'm not *crossing finger) that ,sometimes you need to know what normal people do. Instead of do adventure traveling ,this time i choose a mainstream type of traveling. Go to picnic area,do shopping, doing nothing in street side and watching people. Yes this is the first time i do travel slowly, not in a rush as usual.
And this is it my mainstream picnic at Singapore. This post is related to previous post about Singapore. So at the 3th day of my stayed at Singapore i've go to many mainstream place. Why i called them mainstream?because when everybody goes to Singapore i can guarantee that they will go at this placed too. First place that i have been visit is Mustafa center, Its like one stop shopping center at Singapore. Become Indonesian people is complicated, when you go traveling you must giving 'oleh-oleh' to your friend, family and others, if you didn't do it, trust me you will got a day mare at your office. I have buy chocolate,candy and pen for hand giving at Mustofa center. Finish with shopping we go to MRT station to go to Orchard road. What will we do at Orchard?Shopping?no we don't want to shop there, our main agenda is to eat delicious roasted chicken, eat 'one dollar ice cream' and watching people. 
one dollar ice cream

i setan?what kind of name hahahaha
After getting around at Orchard road we were move to Merlion Park. You didn't visit Singapore yet if you didn't take a picture with 'the Merlion'. We ride MRT ,stop at raffles place, then walking at riverside to get to Merlion Park. As usual this park is always crowded full fill with tourist. Instead of taking many picture , i choose to sit down at cool area near boat pier. I am already have many picture with the merlion hahahaha.
my little sister in action
 After walking around at Merlion park we were move to garden by the bay. Actualy this is an artificial garden, The 'big tree' is a big steel tree, genius idea. So what we do at the garden? looking for a plant?no, we are Indonesian people who can see flower everywhere in our country.Thank God i have very funny team there, so we just sit down at the garden and talking rondom silly things with Javanese language which make other people staring at us.

the big steel tree

Our prayer garden
After do sholat at the open garden. We were go to MRT station, our next destination is marina barrage park. The internet said that marina barrage is Singapore reservoir. They also provide garden, water and nice city view. How to get there?Just take MRT to Marina station,then ride a bus to marina barrage. And yess this reservoir was so amazing,you can enjoying Singapore from the another side.
City View from Marina Barrage
Beautiful sunset from Marina Barrage
I have come to Singapore many times, but at this visit I really enjoyed it. I just sit down, eat some good food, meet very good friend and let everything flow. Sometimes do some slow travelling was so amazing and relaxing. You have many time to find yourself and watching people.So even you come to mainstream destination, you can still do many interesting activity like watching people..hahahaha.

Kamis, 19 September 2013

Do 'The Business' at Singapore


Something makes me laugh to myself when i find yoursingapore.com tagline at internet. They said  'do more than business when in Singapore' why is sound funny to me?for common Indonesian people like me ,visiting Singapore is 'The Business'. For almost Indonesian people,Singapore is the first abroad country to visit. By the way you can make some research about that fact,all indonesian passport must have Singapore immigration stamp.
Last week, I came to Singapore with my college friend and my little sister. At this time I am  officially visiting Singapore,not for transit or business trip,at this time my business is visiting Singapore. So i already arrange my 4D3N trip very cleary, from buying cheap budged airlines ticket,booking a good hostel,and buying  ticket to universal studio. Yes i do what people usually do at Singapore, come to universal studio. Bad news come nearly, Exchage rate for SGD is so high 9300 IDR for 1 SGD. The highest SGD exchange rate I ever buy.
Friday evening I have been arrived at Changi airport. Buying EZ link card for 12 SGD ,then take MRT to Lavender. EZ link card is very useful when you want to take public transport here. You can tap this card either for take a bus or MRT.  At my last stayed in Singapore i have stayed at Bugis area and very dispointfull either with the service of the hostel and the condition of the dorm. So at this time, i already choose hostel which is have the highest rate at hostelbookers.com. The hostel name is Traveller@SG , no wonder this hostel have a good rate, its have perfect location just 5 minutes walk from Lavender MRT station, and have very lovely dorm. We are booked a room with 8 bed and its very perfect, clean and not too noisy. Many hostel at Singapore have dorm with 22 bed,its criminal action for me, because too noisy.hahaha
public area at my hostel
our clean bed
After doing Check in at hostel, we were going to bugis area for sigh seeing. I already contact my ex office friend fina, who was at Singapore too at this time, and we would to meet at Bugis area. Something that I've miss from Bugis street is its one dollar fruit juice. You can choose many kind fruit juice that you want and is just cost 1 dollar,very cheap. The second things that i want to do at Bugis is do some shopping, Uniqlo Outlet is a must visit store when in Bugis. After going around from mall to mall finally i have meet my friend fina at bugis juction, do some chit chat and go find a dinner.
One Dollar juice at Bugis street
My college friend from Jakarta just arrived at the hostel very late nite. We cannot sleep early because want to make sure they did'nt get any problem about finding this hostel. That's why we cannot wake up very early morning  to go to universal studio. About 10 am we are leaved the hostel and go to universal studio Singapore by MRT. Stop by at vivo city mall at harbour front and continue with bus RW 8 to Sentosa  Island. I just can say 'wow' when we are about cross the sea and going to Sentosa Island, Singapore is very modern city with well concept.
Around 11 am we are arrive at Universal Studio Singapore,take some photograph in front of the globe(its a must ya) before entering Universal Studio Singapore's gate .
You haven't come to USS yet if you didnt take a photograph here
So this theme park have many theme area. And they do it very perfect and spectacular, I didnt regret anymore for paying such expensive entering ticket , about 66 SGD for entering this theme park. The first theme i have been enjoyed is Hollywood area, you can meet Charlie Chaplin and Marlyn Monroe here hahaha. The building around the Hollywood street area is looks alike the real Hollywood.
with "the Marlyn Monroe'
From Hollywood street we are moved into madagascar ship. We ride little train to take a look whats happen inside the ship. They make very spectacular show inside the ship with a perfect cartoon statue. Silly things that we've do at this area is riding a carrousel , very mature attitude yeah.
with Alex the Lion
Next theme area we were entering is 'far far away land'. The house of Shrek and lady Viona. They build a real castle complete with the ford here. I think we are  already come to fairy tale land at this time. We watch 4D movie about Shrek and its very interesting looks like you are entering into the movie and your chair is moving during the show fantastic.
We call her 'ibu peri'

Welcome to far far away land
Finish with the far far away castle we are very hungry and decide to having lunch at Jurassic park cafeteria. Fyi our USS ticket is include $10 meal voucher so we are about to use it. We eat laksa Singapore package for $11. After having a lunch we have been continued our walk. We come to Jurasic park area and ride the cable swing arena and take the Jurassic park boat tour. My first impression about this cruise is "ah it will be the same thing like 'arung jeram arena' at Dufan", but im totally wrong this cruise is more spectacular and make your heart stop beating for a moment. And we are totally wet at the end of the cruise hahahahaha. And for that reason before entering the boat arena you must put your luggage into a locker, that's why i cannot take a picture anymore.
After get wet at Jurassic park boa,t we are entering Egypt area. We decided to entering mummy castle to ride 'mummy ride'.When we want to entering the gate,the officer said that we must keep our luggage at the locker before entering the castle, i was wondering then' what will happen inside?'.After keep our luggage we are entering the castle and start queue at a dark room and didn't know where is the finish line. After waiting about 30 minutes we are going to ride the train, in my imagination it was usual train like the Madagaskar train, but I m totally wrong,its a high speed roller coaster. Can u imagine riding roller coaster at the dark room, craziest thing that i ever do. I almost crying when riding this roller coaster.hahahaha.
in front of the 'dark castle'
Welcome to Egypt area
Good news come from scifi arena,their epic and big roller coaster doesn't operated that day yippi. So i didn't get confuse between waiting outside our joined the queue to ride the epic roller coaster. 
We are continued our journey to transformer area. My friend said riding transformer ride is a must thing to do here. So i dont waste my time and joined the queue to ride transformer ride. After 30 minutes waiting we are going to ride the transformer. Its a very amazing roller coaster I ever ride.It looks like i have been talk to Optimus Prime and join his battle. 
the epic roller coaster
transformer ride arena
After finished the transformer ride we are sit in the street to wait the USS carnival. At this carnival, the artist from all of the arena make some performance. Really interesting carnival i have ever seen. I take many picture during this performance. The show is about 1 hour, and everyone is very happy watching their performance. 
performance from Hollywood arena
After the carnival, we are continued to walking aroud and go to praying room. I feel sad for their praying room, at that very big theme park they just provide very little room for 'sholat'. After doing 'sholat' we are queue at the lost world arena for riding mini jeep around the lake. We want to watch the firework show at the nite, so we are going around at the New York arena until that time.
Guess what?i found little alley behind the store that very beautiful. They make the mock up building very detail, like we were at an alley at New York. We were at this street late evening and this alley is very peace and quite. At the end of alley you will find a little harbour near the main lake. I take some picture here and i said 'ah looks like i found a diamond in a straw'.
Store at New York Alley

Little harbour at the end of the Alley
I spend my rest time sitting around the lake and watching people. At 8 pm the firework show is about to began, and all of people staring at the sky. I didnt capture the firework attraction,and just enjoyed it. My sister have been record the firework atraction and when i see it 'ah the real attraction is more entertaining than the recording' hahahaha. At 9 pm we are back to vivo city mall by bus and have a dinner at the mall.After finish our dinner, we catch the MRT and back to our hostel.
our team (minus the photographer) sorry mas gabriel
(to be continued)